Anti Corruption Film Festival

Follow us :
Blog

Movie Day ACFFEST 2026 : Kalimantan Selatan

IMG

Hidupkan Diskusi Antikorupsi di Kalimantan Selatan

Movie Day Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST) 2026 kembali hadir, kali ini menyapa Kalimantan Selatan dengan pendekatan yang lebih dekat dengan keseharian masyarakat. Digelar pada 7–9 April 2026, kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan nasional Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK RI) dalam membangun kesadaran antikorupsi melalui medium film.

Banjarmasin menjadi salah satu titik utama pelaksanaan, dengan kegiatan yang tersebar di beberapa lokasi seperti Wetland Square, GIBS Boarding School, hingga Pondok Pesantren Al-Falah. Melalui kolaborasi bersama komunitas lokal Forum Sineas Banua, ACFFEST menghadirkan ruang alternatif bagi generasi muda untuk memahami isu korupsi secara lebih kontekstual.

Tidak hanya menghadirkan pemutaran film pendek, rangkaian kegiatan juga dilengkapi dengan diskusi interaktif yang melibatkan sineas, akademisi, serta pegiat antikorupsi. Pendekatan ini dirancang agar peserta tidak sekadar menonton, tetapi juga terlibat dalam percakapan yang lebih dalam mengenai praktik korupsi yang kerap hadir dalam kehidupan sehari-hari.

IMG

Ketua Forum Sineas Banua, Munir Shadikin, menilai bahwa film memiliki pendekatan yang lebih efektif dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat.

“Film menjadi media yang lebih dekat dan reflektif, sehingga pesan antikorupsi bisa dipahami tanpa terasa menggurui,” ujarnya.

Pemilihan lokasi yang beragam, mulai dari ruang publik hingga lingkungan pendidikan berbasis asrama, menjadi bagian dari strategi untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Kegiatan ini sekaligus menegaskan pentingnya peran institusi pendidikan dalam membentuk karakter dan nilai integritas sejak dini.

Lebih dari sekadar tontonan, film dalam ACFFEST Movie Day juga menjadi pintu masuk untuk membahas berbagai bentuk ketidakterbukaan dan penyimpangan yang seringkali terjadi di sekitar kita. Penyuluh Antikorupsi Madya dari LSP KPK, Rabiatul Adawiyah, menekankan bahwa pendekatan ini membuka ruang pemahaman yang lebih luas bagi masyarakat.

“Dengan film, semua kalangan bisa masuk. Kita ingin menumbuhkan bibit-bibit berintegritas. Koruptor saja bisa beregenerasi, masa kita tidak bisa membangun agen-agen yang berintegritas,” jelasnya.

IMG

Kegiatan ini menargetkan ratusan peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Antusiasme yang terlihat menunjukkan bahwa pendekatan kreatif melalui film mampu menjadi jembatan yang efektif dalam menyampaikan pesan-pesan penting, sekaligus membangun kesadaran kolektif.

Melalui pelaksanaan di Kalimantan Selatan, ACFFEST Movie Day 2026 tidak hanya menjadi ruang pemutaran film, tetapi juga ruang refleksi bersama. Di sini, film berperan sebagai pemantik diskusi—membuka perspektif baru, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang lebih peka, kritis, dan berintegritas.

Bagikan Blog

Blog Terkait