Anti Corruption Film Festival

Follow us :
Blog

Movie Day ACFFEST 2026 : DKI Jakarta

KPK03396

Menumbuhkan Integritas dari Layar Film

Menanamkan nilai antikorupsi tidak selalu harus dilakukan melalui ruang kelas atau forum formal. Melalui film, diskusi, dan ruang perjumpaan yang hangat, Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST) Movie Day 2026 hadir di Jakarta untuk mengajak masyarakat melihat bahwa integritas dapat dimulai dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai kota terakhir dalam rangkaian roadshow ACFFEST Movie Day 2026 yang menjangkau 12 provinsi dan 40 kota/kabupaten di Indonesia, Jakarta menjadi ruang bertemunya pelajar, keluarga, komunitas film, hingga masyarakat umum dalam berbagai kegiatan edukatif yang dikemas secara kreatif dan partisipatif.

Rangkaian kegiatan berlangsung pada 22–23 Mei 2026 di SMPN 125 Kalideres, RPTRA Pinang Indah, dan Gripa Studio, Jakarta Selatan. Selain pemutaran film pendek, peserta juga mengikuti diskusi bersama pegiat film, penyuluh antikorupsi, akademisi, hingga komunitas kreatif yang membahas pentingnya membangun budaya jujur sejak dini.

Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian besar adalah kolaborasi ACFFEST bersama komunitas Ruang Nonton di RPTRA Pinang Indah, Jakarta Selatan. Lebih dari 150 peserta yang terdiri dari penggerak PKK, aparatur kelurahan, guru PAUD, orang tua, dan anak-anak hadir untuk menonton dan berdiskusi mengenai nilai-nilai integritas dalam keluarga.

Peserta diajak menyaksikan tiga film pendek, yaitu Liburan Diam-Diam, Pirates Sepuluh Ribuan, dan Subur Itu Jujur. Ketiga film tersebut mengangkat berbagai situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan menunjukkan bagaimana kejujuran, tanggung jawab, serta keberanian mengambil keputusan yang benar dapat dibentuk sejak lingkungan keluarga.

Penyuluh antikorupsi KPK, Nurhuda, menegaskan bahwa pendidikan antikorupsi tidak harus dimulai dari hal yang besar.

“Ada sembilan nilai integritas yang selalu disosialisasikan oleh KPK, yaitu jujur, mandiri, tanggung jawab, berani, sederhana, peduli, disiplin, adil, dan kerja keras yang disingkat menjadi ‘Jumat Bersepeda KK’,” jelas Nurhuda.

Diskusi berlangsung interaktif. Para peserta tidak hanya menanggapi film yang ditayangkan, tetapi juga berbagi pengalaman mengenai tantangan menanamkan kejujuran dan tanggung jawab di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Perwakilan komunitas Ruang Nonton, Nisa, berharap kegiatan seperti ini dapat terus menghadirkan ruang percakapan yang sehat mengenai isu integritas di tengah masyarakat.

“Film diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi medium refleksi dan percakapan yang mampu memperkuat kesadaran kolektif tentang pentingnya membangun generasi yang berintegritas sejak dini,” ujarnya.

Kegiatan tersebut juga menghadirkan Putri Indonesia Sumatera Utara 2 Tahun 2025, Morana Angelica, yang berbagi pengalaman tentang peran keluarga dalam membentuk karakter dirinya hingga mampu berprestasi di tingkat nasional. Menurutnya, nilai disiplin, tanggung jawab, dan kejujuran yang ditanamkan sejak kecil menjadi fondasi penting dalam perjalanan hidupnya.

Selain menggelar Movie Day, ACFFEST 2026 juga membuka berbagai kompetisi film bertajuk “Dari Lensa, Integritas Terjaga” sebagai ruang partisipasi generasi muda untuk menyuarakan nilai antikorupsi melalui karya audiovisual. Kompetisi tersebut mencakup kategori Film Pendek Fiksi, Film Pendek Pelajar, Film Pendek Vertikal Kementerian/Lembaga, serta Kompetisi Ide Cerita Film Pendek.

Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK sekaligus Festival Director ACFFEST 2026, Amir Arief, meyakini bahwa film memiliki kekuatan untuk menyampaikan pesan antikorupsi secara lebih dekat dan mudah diterima masyarakat.

KPK03367

“Film dapat menjadi media yang menarik dan efektif untuk menyebarkan semangat antikorupsi karena jauh lebih mudah diterima oleh masyarakat, sehingga pesan yang ingin disampaikan KPK dapat tersampaikan dan terserap,” ujar Amir.

Senada dengan itu, penulis film Andaka Janu dan Hutang Nyawa, Febri Darmayanti, menilai ACFFEST berperan penting dalam memperluas ruang apresiasi bagi karya sineas muda.

“Program ini bagus karena mampu membentuk pasar atau penonton untuk terbiasa diajak berpikir kritis melalui film,” kata Febri.

Melalui pemutaran film, ruang diskusi, dan kompetisi kreatif yang melibatkan berbagai kalangan, ACFFEST Movie Day 2026 menunjukkan bahwa pemberantasan korupsi tidak hanya berbicara tentang penegakan hukum. Lebih dari itu, upaya membangun budaya antikorupsi dimulai dari kebiasaan sehari-hari, keberanian untuk jujur, serta kesediaan untuk menjaga integritas dalam setiap peran yang dijalani.

KPK03573

Dengan memanfaatkan kekuatan cerita dan pengalaman bersama melalui film, ACFFEST terus berupaya menghadirkan pendidikan antikorupsi yang dekat, relevan, dan membumi bagi masyarakat Indonesia.

Bagikan Blog

Blog Terkait