Anti Corruption Film Festival

Follow us :
Blog

Movie Day ACFFEST 2026 : Sulawesi Tengah

DSC03623 (1)

Ketika Film Bicara Integritas di Sulawesi Tengah

Bagaimana jika pesan antikorupsi tidak disampaikan melalui ruang seminar atau ceramah formal, melainkan melalui film yang dekat dengan kehidupan sehari-hari? Inilah yang dihadirkan ACFFEST Movie Day 2026 di Sulawesi Tengah. Selama tiga hari, masyarakat diajak menonton, berdiskusi, dan merefleksikan berbagai persoalan integritas melalui karya-karya film pendek yang relevan dengan realitas di sekitar mereka.

Sebagai bagian dari rangkaian Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST) 2026, kegiatan ini digelar di tiga titik, yakni Universitas Tadulako, Kota Palu (6 Mei 2026), Desa Baluase, Kabupaten Sigi (9 Mei 2026), dan Desa Balumpewa, Kabupaten Sigi (10 Mei 2026). Bersama komunitas lokal Bioskop Todea, ACFFEST menghadirkan pemutaran film, diskusi publik, serta ruang pertemuan antara sineas, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat desa untuk membicarakan isu korupsi dari perspektif yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Selama pelaksanaan kegiatan, peserta tidak hanya menyaksikan film pendek bertema integritas, tetapi juga terlibat dalam diskusi yang membahas berbagai persoalan sosial seperti penyalahgunaan kewenangan, budaya permisif terhadap kecurangan, hingga pentingnya keberanian untuk bersikap jujur dalam kehidupan sehari-hari.

Menariknya, antusiasme besar justru datang dari masyarakat desa. Di Desa Baluase dan Desa Balumpewa, film menjadi pintu masuk bagi warga untuk membicarakan berbagai persoalan yang mereka temui di lingkungan sekitar, termasuk praktik-praktik yang sering dianggap lumrah namun sesungguhnya bertentangan dengan nilai integritas.

Perwakilan Bioskop Todea, Dinul, menilai bahwa film memiliki kemampuan untuk menyampaikan pesan sosial secara lebih dekat dan tidak menggurui.

“Film bisa menjadi alat literasi baru untuk menunjang kampanye antikorupsi hingga ke pelosok Indonesia. Film mampu menjadi sarana hiburan sekaligus ruang refleksi tanpa harus terasa menggurui masyarakat,” ujarnya.

Puncak kegiatan berlangsung di Desa Balumpewa, Kabupaten Sigi. Pemutaran film yang dilaksanakan di ruang terbuka dipadati warga dari berbagai kalangan. Tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa ruang-ruang diskusi yang jujur, terbuka, dan dekat dengan pengalaman sehari-hari masih sangat dibutuhkan.

Selain menghadirkan Movie Day, ACFFEST 2026 juga membuka kesempatan bagi masyarakat dan sineas muda untuk terlibat lebih jauh melalui kompetisi film pendek bertajuk “Dari Lensa, Integritas Terjaga”. Kompetisi ini menjadi ruang bagi para pembuat film untuk mengangkat isu antikorupsi melalui karya audiovisual yang kreatif dan relevan dengan konteks sosial di daerah masing-masing.

Program Koordinator ACFFEST Movie Day 2026, Maha Raisha Diviana, menjelaskan bahwa kompetisi tersebut tidak hanya berfokus pada perlombaan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran dan pengembangan kapasitas bagi sineas muda.

“Melalui kompetisi ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai integritas seperti kejujuran, kedisiplinan, kepedulian, tanggung jawab, kerja keras, kesederhanaan, kemandirian, keberanian, dan keadilan, khususnya kepada generasi muda sebagai agen perubahan,” jelas Maha.

Khusus untuk wilayah Sulawesi Tengah, lima proposal ide cerita terbaik akan mendapatkan dukungan dana produksi serta kesempatan mengikuti program pendampingan dan Movie Camp bersama mentor profesional.

DSC03592

Melalui rangkaian kegiatan ini, ACFFEST kembali menunjukkan bahwa kampanye antikorupsi dapat dilakukan dengan cara yang kreatif, partisipatif, dan dekat dengan masyarakat. Dari ruang kampus hingga halaman desa, film menjadi jembatan yang menghubungkan nilai-nilai integritas dengan pengalaman sehari-hari, sekaligus mendorong lahirnya generasi yang lebih berani menjaga kejujuran dan menolak segala bentuk korupsi.

Bagikan Blog

Blog Terkait