Lima Hari Matangkan Ide, Tiang Terakhir dari Sumatera Barat Raih Dukungan Produksi Film Antikorupsi
Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST) 2026
Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntaskan Workshop ACFFEST Regional Barat 2026 pada 27–31 Juli 2026 di Hotel Swiss-Belinn Wahid Hasyim, Jakarta. Dari 10 tim finalis asal Sumatera dan Kalimantan, juri menetapkan film Tiang Terakhir karya Komune Film, Sumatera Barat, sebagai pemenang tunggal yang berhak memperoleh dukungan dana produksi dari GIZ Forclime.
Pengumuman disampaikan pada penutupan workshop, setelah sesi evaluasi bersama mentor, KPK, dan GIZ Forclime. Penetapan pemenang didasarkan pada keseluruhan proses pengembangan karya dan evaluasi selama lima hari kegiatan. Penilaian dilakukan oleh empat juri:
- Faiza Hasan | GIZ Forclime
- Anggi Frisca | Director & Cinematographer
- Ifan Ismail | Scriptwriter
- Adhi Setyo Tamtomo | Program Director (diwakilkan oleh Epi Handayani)
Anggi Frisca dan Ifan Ismail juga bertindak sebagai narasumber utama selama workshop berlangsung.
Workshop diikuti 20 peserta, dua orang dari masing-masing tim finalis. Kegiatan ini merupakan bagian dari kategori ACFFEST Regional Barat, yang diperuntukkan bagi sineas dari wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Dari Gagasan Menjadi Rancangan Film
Selama workshop, para finalis mengembangkan ide cerita yang mereka ajukan menjadi rancangan film yang lebih matang. Pendalaman dimulai dari penulisan skenario, mencakup struktur cerita, plot development dengan struktur tiga babak, penyusunan outline, hingga teknik menulis dialog, adegan, dan karakter. Peserta juga diajak merefleksikan motivasi di balik cerita masing-masing lewat materi “Why?” yang dibawakan Anggi Frisca.
Memasuki sisi teknis, peserta mempelajari technical production dan mise-en-scène, lalu menerjemahkan naskah menjadi production design yang terdiri atas storyboard, shot list, dan artistic design. Setiap tahap disertai sesi 1-on-1 dan review dari mentor, sehingga masukan bisa langsung diterapkan pada proyek tiap tim. Di akhir workshop, seluruh tim mengumpulkan final script dan production design/concept.
Nilai Antikorupsi Jadi Landasan
Sebagai penyelenggara ACFFEST, KPK memberikan pembekalan mengenai nilai-nilai antikorupsi dalam ide film pada hari pertama, agar pesan tersebut tertanam kuat dalam gagasan cerita masing-masing tim. Kehadiran peserta dari berbagai daerah juga memperkaya sudut pandang dalam mengangkat isu antikorupsi sesuai konteks sosial, budaya, dan lingkungan setempat.
Kategori Regional Barat sendiri terselenggara dengan dukungan GIZ Forclime, yang turut memfasilitasi keikutsertaan para finalis dari Sumatera dan Kalimantan ke Jakarta.

Bekal untuk Industri Film
Selain penguatan karya, peserta mendapat pengenalan terhadap ekosistem industri. BSM, yang hadir sebagai mitra pemateri, membekali peserta dengan pemahaman tentang lisensi dan distribusi film, dilanjutkan sesi praktik pembuatan film agar peserta memperoleh gambaran yang lebih aplikatif.
Sepuluh Tim Finalis
Berikut daftar finalis ACFFEST Regional Barat 2026:
- Bakau Hantam | Blogger Kepri | Kepulauan Riau
- Butir Terakhir | Banoto Imagine | Kalimantan Barat
- Gara-gara Misdar | Aung In Everything | Kalimantan Selatan
- Gare-gare Lobang | SMAN 3 Singkawang | Kalimantan Barat
- Mailung Larut | Alemo Films | Kalimantan Selatan
- Prakara | Kawaland Film | Kalimantan Timur
- Santrum | Miniatur Production | Kalimantan Selatan
- Tampias | Akarasa House | Kalimantan Selatan
- Tiang Terakhir | Komune Film | Sumatera Barat
- Visi Sebelum Fana | Fatah Creative | Bengkulu
Menuju Layar
Sebagai pemenang, Komune Film mulai menjalani sesi mentoring bersama Anggi Frisca pada 6 Agustus 2026. Pendampingan mencakup tahap pra-produksi hingga pasca-produksi, untuk memperkuat kesiapan cerita, konsep penyutradaraan, dan kebutuhan teknis film.

KPK mengucapkan selamat kepada Komune Film dan seluruh finalis atas semangat serta karya yang dihadirkan. Informasi terbaru seputar ACFFEST 2026 dapat diikuti melalui website resmi dan Instagram @acffest.kpk.
