Anti Corruption Film Festival

Follow us :
Blog

Movie Day ACFFEST 2026 : Kalimantan Barat

CVLM1392

Film Jadi Pemantik Percakapan Soal Integritas 

Di Kalimantan Barat, kampanye antikorupsi hadir dengan suasana yang lebih hangat dan setara, bukan di ruang formal, melainkan di kafe, ruang komunitas, hingga forum diskusi terbuka. Melalui program Coffee Cinema x ACFFEST 2026, film menjadi titik temu antara cerita, refleksi, dan percakapan publik tentang integritas.

Rangkaian ACFFEST Movie Day 2026 digelar di tiga kota: Pontianak, Singkawang, dan Sambas. Mengusung tema “Rekam Nilai, Rawat Integritas”, setiap titik menghadirkan pengalaman yang tidak berhenti pada pemutaran film. Justru, inti dari kegiatan ini ada pada diskusi, membuka ruang bagi audiens untuk mengaitkan cerita di layar dengan realitas kehidupan mereka sendiri.

Program Director ACFFEST 2026, Adhi Setyo Tamtomo, menegaskan bahwa kekuatan utama kegiatan ini bukan pada filmnya semata, tetapi pada apa yang terjadi setelahnya.

“Movie Day itu sederhana, nonton bareng film-film ACFFEST. Tapi yang terpenting adalah bagaimana film itu menjadi pintu masuk diskusi dan refleksi bersama,” ujarnya.

Pendekatan ini terasa relevan, terutama bagi generasi muda yang menjadi target utama program. Alih-alih kampanye satu arah, ACFFEST justru membangun ruang partisipatif, di mana siapa pun bisa terlibat, baik sebagai penonton, peserta diskusi, maupun kreator.

Ketua program Coffee Cinema x ACFFEST 2026, Siska Agus Rini Ningrum, melihat pentingnya menghadirkan ruang yang inklusif dalam membahas isu korupsi.

“Kami tidak ingin film berhenti sebagai tontonan. Kami ingin film menjadi pemantik percakapan. Dari situ, publik bisa melihat isu secara lebih dekat, lalu mulai merefleksikan peran masing-masing,” jelasnya.

CVLM1472

Di Singkawang, pendekatan ini berkembang lebih jauh. Diskusi menjadi ruang interaksi yang hidup, tempat audiens tidak hanya menerima pesan, tetapi juga menguji pandangan dan membangun pemahaman bersama. Korupsi yang sebelumnya terasa jauh, perlahan dipahami sebagai sesuatu yang dekat dan bisa terjadi dalam keseharian.

Lebih dari sekadar kampanye, ACFFEST juga membuka jalur konkret bagi masyarakat untuk berkontribusi. Melalui kompetisi film, publik didorong untuk mengembangkan ide, memproduksi karya, hingga mendapatkan pendampingan profesional. Skema ini memperkuat ekosistem kreatif lokal sekaligus memperluas jangkauan pesan antikorupsi.

Adhi menekankan bahwa kontribusi generasi muda menjadi kunci dalam gerakan ini.

“Kalau generasi muda tidak peduli terhadap isu korupsi, dampaknya akan kembali ke mereka sendiri. Jadi mari berkontribusi dengan cara yang kita bisa, salah satunya melalui film,” tegasnya.

CVLM1362

Di Kalimantan Barat, ACFFEST tidak hanya menjadikan film sebagai media kampanye, tetapi juga sebagai ruang belajar yang hidup. Dari obrolan santai hingga diskusi mendalam, dari penonton hingga kreator, semua bergerak dalam satu arah yang sama: merawat integritas, lewat cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Bagikan Blog

Blog Terkait