Anti Corruption Film Festival

Follow us :
Blog

Movie Day ACFFEST 2026 : Kalimantan Utara

IMG

Film Jadi Medium Anak Muda Menjaga Integritas

Tarakan, Kalimantan Utara – Suasana hangat menyelimuti halaman Kedai 40 Kilometer, Juata Permai, Tarakan, saat ratusan masyarakat berkumpul menyaksikan pemutaran film pendek bertema antikorupsi dalam rangkaian ACFFEST Movie Day 2026. Digelar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Komunitas Tarakan Tempo Doeloe, kegiatan ini menjadi ruang edukasi publik yang memadukan film, diskusi, dan refleksi sosial melalui pendekatan kreatif yang dekat dengan generasi muda.

Tahun ini, Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST) memasuki tahun ke-12 penyelenggaraan dan kembali hadir di berbagai daerah sebagai medium kampanye antikorupsi berbasis seni dan budaya. Kalimantan Utara menjadi provinsi ke-10 dalam rangkaian roadshow ACFFEST Movie Day 2026 yang digelar di 12 provinsi dan 40 kabupaten/kota di Indonesia.

Di Tarakan, kegiatan berlangsung di tiga titik, yakni Kedai 40 Kilometer Juata Permai (6 Mei), Auditorium SMPN 1 Tarakan (9 Mei), dan Aula MTs Negeri Tarakan (19 Mei). Masyarakat disuguhkan pemutaran film pendek, diskusi bersama narasumber, hingga ruang interaksi bagi komunitas kreatif lokal.

Tiga film pendek yang diputar pada sesi pembuka di Tarakan, yakni Pencuri yang Mulia, Persenan, dan One Second, menghadirkan cerita-cerita sederhana yang dekat dengan realitas sehari-hari. Melalui konflik personal dan dilema moral, film-film tersebut mengajak penonton merefleksikan pentingnya kejujuran, tanggung jawab, dan keberanian dalam menghadapi praktik-praktik curang yang kerap dianggap lumrah.

Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK sekaligus Festival Director ACFFEST 2026, Amir Arief, menegaskan bahwa film menjadi medium yang efektif untuk menyampaikan pesan integritas kepada masyarakat luas, khususnya anak muda.

“Film dapat menjadi media yang menarik dan efektif untuk menyebarkan semangat antikorupsi karena jauh lebih mudah diterima oleh masyarakat, sehingga pesan yang ingin disampaikan KPK dapat tersampaikan dan terserap,” ujar Amir Arief.

Melalui pendekatan audio visual, ACFFEST berupaya menghadirkan kampanye antikorupsi yang tidak terasa menggurui, namun tetap mampu membangun kesadaran publik secara emosional dan reflektif.

Pembina Komunitas Tarakan Tempo Doeloe sekaligus praktisi hukum, Mohammad Ilham Agang, mengapresiasi konsistensi KPK menghadirkan ruang edukasi kreatif seperti ACFFEST di Kalimantan Utara. Menurutnya, film mampu memperlihatkan konsekuensi dari tindakan korupsi dengan cara yang lebih sederhana dan mudah dipahami masyarakat.

“Dari film-film yang diputar, kita secara sederhana melihat pentingnya berpikir jernih sebelum melakukan tindakan curang yang merugikan diri sendiri, keluarga dan orang lain. Acara ini mengajak kita lebih berhati-hati dalam melangkah,” ungkap Ilham.

Antusiasme juga datang dari generasi muda Tarakan. Salah satu konten kreator lokal, Imran, mengaku terkesan dengan cara ACFFEST mengemas isu antikorupsi melalui film pendek yang ringan namun memiliki pesan kuat.

“Film-filmnya ringan tapi sangat ngena. Pesan moral dan edukasi antikorupsinya benar-benar terasa, terutama film One Second yang menurut saya paling menarik karena dikemas seperti film horor namun tetap sarat pesan,” katanya.

Selain pemutaran film dan diskusi publik, ACFFEST 2026 juga kembali membuka kompetisi film pendek bertajuk “Dari Lensa, Integritas Terjaga”. Kompetisi ini menjadi ruang belajar sekaligus wadah bagi sineas muda untuk menyuarakan keresahan sosial melalui karya audiovisual yang relevan dengan kehidupan masyarakat.

IMG

Program Director ACFFEST 2026, Adhi Setyo Tamtomo, menyebut bahwa ACFFEST bukan hanya sekadar festival film, tetapi juga ruang tumbuh bagi generasi muda untuk membangun perspektif baru tentang integritas dan keberanian bersikap.

“Selama ini publik sering memaknai film antikorupsi sebagai cerita tentang tindakan korupsi secara langsung. Padahal melalui film, kita juga bisa menularkan nilai kejujuran, tanggung jawab, kepedulian, keberanian, hingga kerja keras yang dekat dengan kehidupan sehari-hari,” jelas Adhi.

Melalui ACFFEST Movie Day 2026, KPK berharap nilai-nilai integritas dapat terus tumbuh di tengah masyarakat melalui medium yang lebih relevan, inklusif, dan dekat dengan keseharian generasi muda. Film tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga ruang dialog yang mampu membangun kesadaran kolektif untuk bersama menjaga Indonesia dari korupsi.

Bagikan Blog

Blog Terkait