Dorong Generasi Muda Suarakan Integritas Lewat Film
Antusiasme publik terhadap kampanye antikorupsi kembali terasa melalui rangkaian Movie Day Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST) 2026 yang digelar di berbagai daerah. Memasuki tahun ke-12 penyelenggaraan, program inisiasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK RI) ini terus menegaskan peran film sebagai medium yang dekat, reflektif, dan mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Di Sumatera Utara, rangkaian kegiatan berlangsung di tiga titik, mulai dari Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara di Medan, berlanjut ke Pangururan, Samosir, hingga Indrapura. Kehadiran ACFFEST di berbagai ruang ini tidak hanya menjadi ajang pemutaran film, tetapi juga membuka ruang dialog antara sineas, komunitas, dan masyarakat.

Program Director ACFFEST, Adhi Setyo Tamtomo, menyampaikan bahwa pendekatan berbasis film dipilih karena memiliki kekuatan dalam menyampaikan pesan secara lebih emosional.
“Film memiliki kekuatan untuk menyentuh sisi emosional sekaligus membuka ruang refleksi. Melalui ACFFEST, kami ingin nilai-nilai antikorupsi tidak hanya dipahami sebagai konsep, tetapi juga dirasakan dan dihidupi dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Mengusung tema “Dari Lensa, Integritas Terjaga”, ACFFEST Movie Day 2026 menjadi ruang pertemuan yang mempertemukan berbagai elemen, mulai dari pelajar, komunitas film, hingga pegiat industri kreatif. Tidak hanya menyaksikan karya, peserta juga diajak untuk terlibat dalam diskusi kritis mengenai isu integritas, penyalahgunaan kekuasaan, hingga peran individu dalam membangun budaya antikorupsi.
Keterlibatan komunitas film daerah menjadi salah satu kekuatan utama dalam penyelenggaraan tahun ini. Kolaborasi dengan berbagai komunitas di 12 provinsi menunjukkan bahwa pendekatan kultural mampu memperluas jangkauan kampanye dan membuat pesan lebih relevan dengan konteks lokal.
Ketua Yayasan Manuprojectpro Indonesia, Immanuel Prasetya Gintings, menekankan pentingnya film sebagai medium edukasi yang efektif.
“Film adalah salah satu media paling efektif untuk menjangkau pikiran dan perasaan. Melalui proses kreatifnya, film mampu menyampaikan pesan tanpa terasa menggurui, sehingga lebih mudah diterima oleh masyarakat,” jelasnya.
Selain pemutaran dan diskusi, ACFFEST 2026 juga menghadirkan berbagai kategori kompetisi yang terbuka bagi publik, mulai dari ide cerita film pendek, film pendek fiksi, film pendek pelajar, hingga film pendek vertikal untuk kementerian/lembaga. Melalui kompetisi ini, ACFFEST tidak hanya menjadi ruang apresiasi, tetapi juga wadah lahirnya sineas-sineas muda dengan perspektif baru dalam mengangkat isu antikorupsi.

Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Amir Arief, menegaskan bahwa film menjadi salah satu pendekatan yang efektif dalam membangun kesadaran publik.
“Film dapat menjadi media yang menarik dan efektif untuk menyebarkan semangat antikorupsi karena lebih mudah diterima oleh masyarakat, sehingga pesan yang ingin disampaikan dapat terserap dengan baik,” ungkapnya.
Melalui rangkaian Movie Day ini, ACFFEST tidak hanya menghadirkan tontonan, tetapi juga pengalaman belajar yang mendorong refleksi dan partisipasi aktif. Film menjadi titik awal percakapan tentang nilai, tentang pilihan, dan tentang keberanian untuk bersikap.
Lebih dari sekadar festival, ACFFEST Movie Day 2026 menjadi ruang di mana ide, diskusi, dan kolaborasi bertemu, membuka peluang bagi siapa saja untuk mulai menyuarakan integritas melalui karya.
