Anti Corruption Film Festival

Follow us :
Blog

Movie Day ACFFEST : Banda Aceh

Movieday Aceh 1

KPK Ajak Angkat Kearifan Lokal Antikorupsi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar Roadshow Movie Day di kota Banda Aceh. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST) 2024 untuk mengajak masyarakat berpartisipasi dalam mengenalkan budaya antikorupsi lewat cara-cara kreatif, salah satunya melalui media film.

Dalam kegiatan yang diikuti oleh para pelajar, mahasiswa, media, dan komunitas film tersebut, Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK Medio Venda, menyampaikan bahwa KPK secara khusus membawa tema untuk Movie Day di Kota Banda Aceh, yaitu “Keberagaman dan Peran Pemuda dalam Pemberantasan Korupsi”.

“Kita membawa tema ini juga tidak terlepas dari Aceh yg terkenal dengan budaya Islam yg cukup kuat, namun kita sadari bahwa ternyata ada keberagaman juga di Aceh, mulai dari keberagaman agama, keberagaman etnis, keberagaman latar belakang, dan sebagainya,” jelas Medio dalam Talkshow yang digelar di UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Jumat (31/5).

Selain penyajian film, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi yang menghadirkan Sutradara Film Noktah Merah Perkawinan, Terlalu Tampan, Culas, Love For Sale, Eggnoid: Cinta & Portal Waktu, Sabrina Kalangie. Dalam kesempatan ini, Sabrina memotivasi peserta, dimana jika memang ada semangat untuk membuat film maka cobalah untuk melakukan hal tersebut.

“ACFFEST ini memuat nilai antikorupsi. Dari sembilan nilai antikorupsi, dapat pilih salah satu nilai lalu diangkat menjadi ide cerita. Intinya kalau punya ide jangan takut untuk mencoba submit. Justru disitu bisa melihat apa yg penting bagi kita, tapi orang lain belum tahu. Itu bisa jadi gebrakan untuk orang yang menonton hasil ide kalian. Dampaknya luas, jadi jangan ragu,” kata Sabrina.

Selain Sabrina, hadir Erlina Marlinda, Karakter Utama Film Dokumenter Terbaik ACFFEST 2022 berjudul “Elin”. Ia menyampaikan pengalamannya saat proses pembuatan film, aktivitas hariannya dan berbicara mengenai isu rekan-rekan marginal yang lantang menyuarakan tentang “penyamaan dan pengakuan” di tengah keterbatasan yang dimiliki.

Dalam kegiatan ini, turut hadir Inspektur Provinsi Aceh Jamaluddin, Rektor UIN Ar Raniry Mujiburrahman beserta jajaran, Kepala Badan Pelestarian Kebudayaan Wilayah 1 Piet Rusdi, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Almuniza Kamal, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Aceh Marwan Nusuf, dan Kepala UPTD Pengembangan Teknis dan Keterampilan Kejuruan Dinas Pendidikan Aceh Azizah.

Pada Rabu (29/5) hingga Kamis (30/5) Direktorat Sosialisasi dan Kampanye KPK juga melakukan kegiatan screening dan diskusi film di Kantor Wilayah Kemenkumham Aceh serta Poltekkes Kemenkes Aceh. Selain itu, pada Jumat (31/5) malam diadakan juga community gathering, sebagai upaya KPK dalam menggaet dan mengelola komunitas sineas lokal di Aceh agar dapat aktif memproduksi film-film yang menyisipkan nilai antikorupsi. Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 20 perwakilan sineas lokal Aceh. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat mendorong minat pemuda untuk ikut andil dalam pencegahan korupsi dan edukasi antikorupsi lewat film.

Movieday Aceh 11
Mg 5983

Bagikan Blog

Blog Terkait